Apakah Madu Aman Bagi Ibu Hamil? Cari Tahu Di Sini

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah madu aman untuk ibu hamil? Asalkan dikonsumsi dengan cara dan takaran yang benar, maka akan sangat bermanfaat bagi ibu dan janin.

Madu bergizi tinggi sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh siapapun. Namun masih ada keraguan, apakah madu aman bagi ibu hamil? Terutama menimbang risiko yang akan ditimbulkan pada janin.

Sebenarnya makanan manis ini telah dikonsumsi manusia sejak berabad-abad lalu. Manfaatnya sebagai obat dan suplemen kesehatan, bahkan menjadikannya berharga. Akan tetapi mengingat adanya spora dalamnya, lantas muncul pertanyaan apakah madu aman bagi ibu hamil? 

Pada ulasan kali ini akan dibahas tentang manfaat madu serta cara mengonsumsinya dengan benar agar ibu hamil tidak ragu lagi. Cari tahu, yuk!

Manfaat madu bagi ibu hamil

Bukan rahasia bahwa madu memiliki kandungan gizi lengkap. Antibakteri, antivirus, serta antioksidan membantu ibu hamil agar tidak mudah sakit. Sedangkan kandungan vitamin dan mineralnya akan memenuhi nutrisi harian.

Selain itu, ternyata madu juga memiliki banyak manfaat bagi ibu yang sedang hamil beserta janin yang dikandungnya. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Menguatkan imunitas

Selama kehamilan, Anda harus memiliki imun kuat agar tetap sehat. Penyakit yang dialami ibu hamil dapat mempengaruhi janin yang dikandung.

Antioksidan dan anti bakteri pada madu membantu menguatkan imunitas dan melawan infeksi. Karenanya, selalu sertakan pemanis alami ini dalam asupan makanan sehari-hari.

Membantu menyembuhkan batuk dan radang tenggorokan

Batuk yang terjadi saat hamil sangat mengganggu. Dengan mengonsumsi madu ditambah lemon atau jahe, peradangan akan lebih cepat sembuh.

Menyembuhkan demam

Demam tinggi yang dialami ibu hamil berpengaruh pada janin. Bahkan dapat menyebabkan kelahiran prematur jika ternyata disebabkan oleh infeksi virus. Madu memiliki kandungan anti virus yang mampu memperkuat imun tubuh.

Demam dan flu diatasi dengan rutin minum madu disertai air hangat atau campurkan dalam wedang jahe. Sebagai variasi, bisa juga dijadikan topping cemilan supaya lebih berselera.

Memperkuat saluran pencernaan

Saluran pencernaan mempengaruhi 70% kesehatan tubuh. Bagi wanita hamil, pencernaan sehat akan meningkatkan kemampuannya dalam menyerap nutrisi makanan yang akan diteruskan ke bayi.

Di samping itu, ibu hamil kerap mengalami sembelit. Mengonsumsi madu memungkinkan pencernaan menjadi lancar, sehingga masalah tersebut dapat diatasi.

Akan tetapi, pastikan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu, terutama jika ada obat-obatan yang harus dikonsumsi. Sebab kondisi ibu hamil yang rentan terhadap pengaruh obat kimia juga harus dipertimbangkan.

Membantu tidur lebih nyenyak

Madu yang dicampurkan ke dalam segelas susu hangat berfungsi menenangkan saraf dan menurunkan tingkat stres. Tubuh jadi terhidrasi dan tidur pun nyenyak. Kenyamanan ini dibutuhkan oleh ibu hamil ketika memasuki trimester ketiga.

Menyehatkan rambut dan kulit kepala

Beberapa wanita mengalami masalah rambut selama kehamilan bahkan hingga melahirkan, seperti ketombe, kerontokan, dan kulit kepala gatal. Madu dengan kandungan anti bakteri dan anti jamurnya dapat menghilangkan keluhan-keluhan tersebut jika dikonsumsi secara teratur.

Bisa juga mencampurkan madu bersama sedikit air hangat, lalu oleskan ke kulit kepala setelah keramas. Pijat lembut dan  diamkan selama lima belas menit, kemudian bilas dengan air dingin.

Mencegah anemia

Anemia bukan hanya membuat lemas, pusing, mual dan berkunang-kunang. Namun dapat pula berpengaruh pada janin di dalam rahim. Kondisi ini menyebabkan tubuh kesulitan menyerap nutrisi harian. Juga mempengaruhi proses pembentukan otak serta saraf bayi.

Madu kaya akan zat besi dan vitamin B. Keduanya adalah nutrisi utama untuk mencegah anemia, meningkatkan kadar hemoglobin, serta menormalkan tekanan darah.

Mencegah cacat otak pada janin

Otak adalah salah satu organ paling penting dan terbentuk di masa awal kehamilan. Bayi yang tidak mendapat asupan asam folat cukup dapat mengalami cacat batang otak.

Madu mengandung asam folat tinggi, sehingga mampu membantu mencegah cacat otak pada janin. Madu juga memiliki nutrisi penting agar pembentukan otak, tulang belakang dan sistem saraf bayi berjalan sempurna.

Amankah madu untuk ibu hamil?

Melihat besarnya manfaat madu pada kehamilan, tentu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Lantas, apakah madu aman bagi ibu hamil serta janin yang dikandungnya?

Jawabannya adalah ya. Madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali pada kondisi tertentu. 

Namun dokter tetap menyarankan ibu hamil agar berhati-hati mengonsumsi madu. Pastikan produk asli dan berkualitas agar tidak mengalami tiga hal di bawah ini.

Botulisme

Botulisme adalah kondisi infeksi akibat bakteri Clostridium spores. Gejalanya yakni batuk dan sesak napas. Namun kabar baiknya, infeksi ini sangat jarang terjadi jika daya tahan tubuh ibu baik, maka sel darah putih dapat melawannya.

Bakteri juga tidak dapat menginfeksi janin karena akan dihentikan oleh plasenta. Dengan demikian ibu hamil tidak perlu khawatir terhadap keselamatan buah hati.

Alergi

Alergi terhadap madu juga sangat jarang terjadi, kecuali memang memiliki sensitivitas terhadap serbuk bunga. Untuk mengetahui reaksi tubuh, cobalah mengonsumsi satu sendok teh madu selama tiga hari berturut-turut.

Jika tidak ada reaksi alergi seperti batuk, sesak, gatal atau ruam kulit, artinya aman dikonsumsi.

Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan seringkali dikaitkan dengan konsumsi gula dan karbohidrat. Sementara madu memiliki kandungan gula cukup tinggi.

Namun, gula pada madu merupakan jenis fruktosa yang aman bagi tubuh. Ialah jenis gula yang dapat langsung diserap dan tidak membanjiri darah.

Madu justru baik bagi ibu hamil karena kandungan gulanya dapat mengisi energi, sehingga terhindar dari rasa lemas dan pusing.

Cara aman minum madu bagi ibu hamil

Berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun tentu hindari terlalu berlebihan. 

Sebagai panduan, berikut cara mengonsumsi madu yang benar pada ibu hamil:

Dosis yang tepat

Meskipun enak dan mengandung gizi lengkap, madu tetap harus dikonsumsi dengan dosis tepat. American Heart Association menyarankan dosis madu tidak melebihi 6 sendok teh bagi wanita hamil.

Terlalu banyak madu akan meningkatkan gula darah dan berisiko obesitas. Walaupun keduanya relatif jarang terjadi.

Waktu terbaik minum madu

Pada dasarnya ibu hamil bisa mengonsumsi madu kapan saja. Namun dianjurkan pada tiga waktu berikut:

  • Di pagi hari, sebagai asupan energi untuk beraktivitas seharian.
  • Di malam hari, untuk kualitas tidur yang lebih baik.
  • Saat sakit atau tubuh terasa lemah, mual atau pusing.

Memilih madu terbaik

Madu berwarna gelap cenderung memiliki kandungan gizi lebih lengkap karena nektar berasal dari multiflora. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi raw honey atau madu mentah. 

Varian tersebut belum diproses lebih lanjut, sehingga enzim dan seluruh kandungan vitamin di dalamnya masih utuh.

Namun jika memiliki riwayat alergi, pernah menjalani usus buntu atau mengalami kondisi kesehatan tertentu disarankan meminum madu yang sudah dipasteurisasi dan bebas pollen.

Dari penjabaran di atas dapat dipahami apakah madu aman bagi ibu hamil atau tidak. Ternyata madu asli berkualitas jika dikonsumsi dengan benar justru sangat bermanfaat terlebih untuk janin dalam kandungan. Semoga bermanfaat!

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Table of Contents

On Key

Related Posts