Sociopreneurship, Solusi untuk Pemilik Jiwa Bisnis dan Sosial

Bagi mereka yang memiliki jiwa pebisnis, omzet, laba, dan besarnya penjualan tentu merupakan hal yang tertanam dalam pikiran. Namun di sisi lain, ada juga yang berjiwa sosial tinggi dan secara bersamaan ingin berwirausaha agar berguna bagi banyak orang. Inilah yang disebut dengan sociopreneurship.

Sociopreneurship adalah upaya menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi pada suatu komunitas dengan sebuah bisnis. Pelaku sociopreneurship atau disebut social enterpreneur umumnya akan menciptakan ide dan melakukan hal yang dapat memberikan perubahan positif untuk masyarakat.

Sociopreneur vs Entrepreneur

Ada sedikit perbedaan antara entrepreneur dengan sociopreneur meski keduanya sama-sama membangun sebuah bisnis. 

Seorang entrepreneur umumnya hanya berorientasi pada laba, sedangkan sociopreneur juga menciptakan perubahan terutama dari segi sosial.

Jenis Sociopreneurship

Ada beberapa jenis sociopreneurship yang selama ini banyak diterapkan. Berikut daftarnya:

1. Community Sociopreneurship

Sesuai namanya, sociopreneurship jenis ini bekerja dalam komunitas dan umumnya melayani masyarakat dalam lingkup atau letak geografis yang kecil. 

Tujuan dari community sociopreneurship adalah membantu masyarakat yang umumnya berada pada kelas sosial rendah.

Salah satu contoh sociopreneurship jenis ini adalah pinjaman keuangan mikro yang berfungsi menggantikan bank di daerah pelosok.

2. Non-profit Sociopreneurship

Non-profit sociopreneurship atau bisa disebut bisnis nirlaba adalah bisnis yang fokus dengan satu tujuan sosial dan tidak mengambil untung dari itu. 

Terkadang bisnis ini bisa berbentuk yayasan atau asosiasi yang didanai dan pekerjaan di dalamnya dilakukan oleh relawan seperti contohnya Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Namun demikian, ada bisnis yang menjual barang tertentu dan hasil penjualannya akan didonasikan untuk kepentingan sosial.

3. Sociopreneurship Transformasional

Sociopreneurship transformasional bertujuan menciptakan bisnis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari segi sosial. Terutama pada hal-hal yang tidak dipenuhi oleh pemerintah dan usaha lainnya. 

Dengan kata lain, sociopreneurship jenis ini akan membuat bisnis yang tujuannya melatih orang-orang untuk bisa menguasai skill tertentu. Nantinya diharapkan bisa memberikan dampak positif sekaligus menjadi sukarelawan di bidangnya. 

4. Sociopreneurship Global

Sociopreneurship jenis ini memiliki jangkauan masyarakat di seluruh dunia dan memiliki tujuan bisnis untuk memberikan efek positif tanpa memikirkan laba. 

Biasanya, topik yang diangkat adalah yang sering menjadi permasalahan banyak masyarakat di berbagai belahan dunia seperti zero-waste, pencegahan global warming, anti-rasisme, dan lain-lain.

Contoh dari sociopreneurship jenis ini adalah Bill & Melinda Gates Foundation.

Hal yang diperlukan dalam Sociopreneurship

Ketika memutuskan menjadi sociopreneurship, seseorang perlu memiliki beberapa aspek agar bisa memulainya dengan baik, antara lain:

1. Ide dari isu-isu sosial

Karena bertujuan untuk “membenahi” hal-hal dari aspek sosial, maka sociopreneur dituntut untuk memiliki ide dari isu yang ada. 

Ide ini penting agar nantinya bisa mendapatkan solusi guna menyelesaikan masalah yang ada.

2. Melihat masalah dan akibatnya

Agar bisa membuat bisnis yang menyelesaikan masalah, seorang sociopreneur perlu melihat problem secara detail dan mengulik informasi yang berkaitan. 

Hal tersebut bertujuan agar akibat-akibat yang mungkin ditimbulkan dari sisi materi atau sosial bisa diketahui dan dicari solusinya.

3. Produk bisnis sebagai solusi

Setelah mencari ide dan menelusuri detail masalah yang ada, maka selanjutnya adalah memikirkan produk bisnis. 

Sociopreneur perlu membuat produk yang bisa mengatasi masalah sekaligus.

4. Lakukan percobaan

Bila masalah dan solusi yang akan ditawarkan telah ada, hal yang bisa dilakukan adalah mengeksekusinya. Tawarkan produk pada konsumen dan lihat bagaimana reaksi. Hal ini berguna sebagai evaluasi untuk merancang strategi di kemudian hari.

5. Kembangkan bisnis bersama partner

Agar sociopreneurship bisa berjalan dengan baik, maka penting untuk mencari partner atau mitra kerja yang memiliki visi atau pandangan serupa. 

Carilah partner yang memiliki tujuan sama dalam penyelesaian masalah. Adanya mitra sangat penting untuk bertukar pikiran dan bisa mengembangkan bisnis bersama.

Tips sukses menjadi Sociopreneur

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan seorang sociopreneur agar bisnis yang dikembangkan bisa berjalan dengan baik:

1.  Buatlah daftar tindakan-tindakan yang akan dilakukan terkait masalah sosial. Gunakan prinsip 5W + 1H untuk membantu.

2.  Lakukan riset di lapangan untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan masalah, sehingga bisa menjadi inspirasi untuk mencari solusi.

3.  Buatlah konsep penawaran yang unik dan berbeda dari kebanyakan bisnis sehingga bisa menarik minat konsumen yang lebih banyak.

4.  Mintalah orang-orang yang bekerja untuk bisnis (karyawan, partner, atau mitra) untuk memberikan feedback dan penilaian terhadap bisnis yang berjalan.

5.  Berusahalah untuk mengembangkan model bisnis. Pikirkanlah bagaimana produk bisa memberikan dampak positif yang lebih besar dan usaha bisa semakin dikenal luas.

6.  Carilah relawan terbaik yang memiliki visi sama, sehingga bisa membangun bisnis secara kolektif.

Ide Sociopreneurship

1. Supermarket sosial

Sociopreneurship bisa diterapkan pada bisnis retail. Anda bisa membuka supermarket di daerah dengan perekonomian yang cukup rendah dan menjual barang-barang yang murah pula. 

Barang murah ini bisa didapat dari supplier yang mungkin memiliki produk makanan dan minuman dengan tanggal kadaluarsa cukup dekat.

Selain itu, barang yang disediakan juga bisa merupakan produk curah yang berkualitas dan bisa dikemas sendiri seperti madu dari Madu APIK. Ada beberapa pilihan varian seperti madu Sumbawa, kelengkeng, randu, kaliandra, dan lain-lain.

2. Bisnis thrifting

Bisnis thrifting atau baju bekas bisa menjadi sociopreneurship bagi orang-orang yang mengerti tentang fesyen atau hal-hal seputar pakaian. 

Baju yang dijual  bisa didapat dari orang-orang yang mungkin perlu membersihkan rumah dan harus “membuang” pakaian bekas.

Dalam promosinya, penjual bisa mengatakan bahwa bisnis yang dikembangkan mendukung keberlanjutan pemakaian barang layak pakai daripada membuangnya ke tempat sampah dan akhirnya mencemari lingkungan.

3.      Pet shelter

Pet Shelter atau lembaga penyelamatan binatang bisa jadi ide sociopreneurship untuk mereka yang peduli dengan hewan-hewan terlantar atau yang mengalami kekerasan di jalan. 

Bisnis ini bisa dikembangkan dengan menjual aksesoris dan aneka makanan peliharaan berharga murah. Adapun keuntungan yang didapatkan juga akan digunakan kembali untuk merawat dan mengobati hewan-hewan yang sedang sakit.

4. Alat pemurni air

Beberapa kota yang memiliki banyak industri biasanya akan cukup sulit untuk mendapat air bersih karena pencemaran. Dengan demikian, bisnis alat pemurni air akan menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

Adapun alat pemurni bisa dibuat dengan berbagai ukuran dan keperluan berbeda. Size lebih kecil bisa dibeli untuk kebutuhan rumahan. Sedangkan yang besar umumnya digunakan di industri atau rumah makan.

Dengan semua penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sociopreneurship adalah langkah tepat untuk pemilik jiwa sosial yang ingin bisnis. Apakah Anda tertarik mencobanya?

Sumber:

https://startupsavant.com/startup-ideas-for-social-entrepreneurs
https://netimpact.org/blog/Four-Types-Social-Entrepreneurship
https://harappa.education/harappa-diaries/social-entrepreneurship/
https://www.cashlez.com/en/blog/5-things-a-sociopreneur-must-prepare_425.html#:~:text=The%20term%20sociopreneur%20refers%20to,is%20usually%20found%20in%20millennials.
https://www.investopedia.com/terms/s/social-entrepreneur.asp

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Table of Contents

On Key

Related Posts